Sabtu, 03 Desember 2011

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN “Irigasi/ Bendungan”


TUGAS
ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
“Irigasi/ Bendungan”


Oleh :
Kelompok 6
Ferdi Pernandes
Hendri Haryadi
Riri Andita Welis
Riri Nurhadi
Shinta Dini Dwi Septa


Dosen Pembimbing :
Mukhlis, MT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALIFAH
PADANG
T.A.2011
KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kami ucapakan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
            Tidak lupa kami ucapakan terima kasih kepada dosen yang mengajar mata kuliah analisis mengenai dampak lingkungan ini yaitu :Bapak muhklis yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat belajar dari tugas ini.
            Kami menyadari bahwa dalam pembuatan tugas ini masih banyak kesalahan dan masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu kami sangat pengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca, sehingga kami bisa memperbaikinya dilain waktu.














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
BAB II : PEMBAHASAN
A.    IDENTIFIKASI DAMPAK
B.     URAIAN KEGIATAN
C.     IDENTIFIKASI DAMPAK YANG TELAH DAN AKAN TERJADI
D.    MATRIKS
BAB III : PENUTUP
A.    KESIMPULAN
B.     SARAN









BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG.
Pembangunan pada sector pertanian dilakukan oleh pemerintah dengan jalan mengoptimalisasikan pemanfaatan sumberdaya lahan dan peningkatan ketersediaan lahan yang dapat di olah untuk kegiatan pertanian. Usaha ini ditempuh, karena adanya kecendrungan penurunan jumlah lahan produktif yang telah ada dan berobahnya status pemanfaatan lahan untuk keperluan lain. Sementara itu bahan pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Salah satu usaha yang dilakukan adalah melalui ekstensifikasi pertanian yakni dengan meningkatkan fungsi lahan yang telah ada dan usaha mencetak sawah baru serta dengan melengkapi prasarana system pengairan pertanian. Untuk itu dilakukan usaha pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang dapat menjamin tersedianya air pertanian dan terairinya lahan kering yang selama ini belum termanfaat.
Salah satu daerah irigasi yang telah dibangun didaerah Tk.II Kabupaten Pesisir  Selatan adalah Daerah Irigasi Batang Indrapura. Daerah Irigasi ini telah dibangun semenjak tahun 1980, yang telah mempunyai bendung sepanjang 51 m dengan jembatan inspeksi diatasnya yang dapat menghubungkan daerah dikiri kanan bendung . Sejak itu, secara berangsur-angsur bendung ini telah dilengkapi dengan jaringan utama /sekunder dan jaringan tersier  berikut bangunan serta jalan inspeksi dan juga saluran pembuang/drainase dan perpanjangan jalan inspeksi.
Sesuai dengan perencanaan, bending ini direncanakan dapat mengairi lahan seluas 6,018 ha. Namun dari kondisi saat ini, baru seluas 1,840 ha yang dapat terairi. Masalah yang dihadapi dalam pengoperasian bending dan jaringan ini adalah masih belum sepenuhnya saluran yang ada dapat mengaliri air dari bendung. Keadaan ini disebabkan  oleh kondisi saluran yang ada masih memerlukan bangunan-bangunan pelengkap lainnya. Disamping itu belum adanya jaringan sekunder dan jaringan tersier lainnya yang dapat mencapai lahan yang lain dalam daerah irigasi yang dimaksud  baik lahan yang telah menjadi sawah maupun lahan yang akan dicetak sawah baru.
Dengan memperhatikan keadaan diatas, maka pihak proyek melalui Dinas Pengairan Departemen pekerjaan Umum.  Memandang perlu melakukan usaha rehabilitasi jaringan yang telah ada dan pembangunan saluran baru guna untuk memperlancar pendistribusian air, sehingga dapat memenuhi sasaran, sesuai dengan perencanaan awal.
Mengingat setiap kegiatan pembangunan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik berupa dampak positif yang menguntungkan maupun dampak negative yang dapat menurunkan kualitas lingkungan, maka terhadap kegiatan pembangunan dan pengoperasian jaringan irigasi batang indrapura, diperlakukan suatu studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).





















BAB II
PEMBAHASAN

A.    IDENTIFIKASI DAMPAK

Ø  Rencana Pengelolaan Lingkungan ( RKL )
            Rencana pengelolan lingkungan dimaksudkan untuk mencegah, menangggulangi dan mengendalikan dampak penting yang bersifat negatif serta upaya untuk meningkatkan dampak yang bersifat positif yang timbul dalam ruang dan kurun waktu tertentu.
1.      Tahap Pra Konstruksi
a.       Survei dan Investigasi
·         Dampak penting yang akan dikelola
Keresahan masyarakat akibat informasi yang tidak jelas dan khawatir kehilangan sebagian hak milik tanah.
·         Komponen yang terkena dampak
Masyarakat setempat yang tanahnya terpakai untuk pembangunan saluran irigasi.
·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Mengurangi keresahan masyarakat / pemilik tanah yang terkena pembangunan saluran irigasi.
·         Tolok ukur
Tingkat keresahan masyarakat
·         Upaya Pengelolaan lingkungan
Penyuluhan kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan irigasi.
·         Lokasi pengelolaan
Pemukiman penduduk yang berada di sekitar pembangunan irigasi.



b.      Pembebasan lahan
·         Dampak penting yang dikelola
Kekhawatiran masyarakat akan kehilangan sebagian hak milik atas tanahnya dan kehilangan pepohonan produktif akibat penebangan.
·         Komponen lingkungan yang terkena dampak
Masyarakat setempat yang  tanahnya terkena pembebasan tanah.
·         Tujuan pengelolan lingkungan
Mengurangi dan mencegah keresahan masyarakat pemilik tanah yang terkena saluran irigasi.
·         Tolok ukur
Tingkat keresahan masyarakat.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Penduduk yang tanahnya terkena pembangunan saluran irigasi dieberi ganti rugi yang layak, demikian pila pepohonan yang ditebang diberi pula kompensasi.
·         Instansi pengelolaan lingkungan
Pengelolaan ini dilakukan oleh Dinas Pengairan Departemen Pekerjaan Umum Sub Dinas Pengairan Sumatera Barat.
·         Lokasi pengelolaan lingkungan
Desa-desa yang terkena pembangunan saluran irigasi.

2.      Tahap Konstruksi
a.       Mobilisasi alat berat dan material bangunan
·         Dampak penting yang dikelola
Kemungkinan terjadinya penurunan kualitas udara di sekitar daerah jalur lintasan transportasi kendaraan, dan gangguan pada sumber daya lahan dan sumber daya biologi.
·         Komponen lingkungan yang terkena dampak
Udara dan komponen biologis di sekitar pembangunan saluran irigasi.
·         Tolok ukur
Kualitas udara dan komponen biologis.


·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Pengelolaan lingkungan ini untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas udara serta kerusakan komponen biologis.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Mobilisasi  alat berat dan material bangunan dilakukan pada waktu tertentu untuk menguragi penurunan kualitas udara pada sepanjang jalan yang dilewati.
·         Lokasi pengelolaan lingkungan
Sepanjang jalan yang dilewat i kendaraan yang mengangkut material dan alat berat.

b.      Mobilisasi tenaga kerja
·         Dampak penting yang dikelola
Adanya kesempatan kerja bagi penduduk lokal terutama untuk pengangkutan material.
·         Komponen lingkungan yang terkena dampak
Penduduk lokal sekitar pembangunan saluran irigasi.
·         Tolok ukur
Tingkat penyerapan tenaga kerja penduduk sekitar lokais (lokal).
·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Mengusahakan agar penduduk lokal dapat berpartisipasi dalam kegiatan konstruksi pembangunan saluran irigasi.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Memberikan prioritas kepada penduduk lokal untuk ikut dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

c.       Pembersihan dan pembukaan lahan
·         Dampak penting yang dikelola
Gangguan pada sumber daya lahan dan sumberdaya biologi serta gangguan pada lingkungan social ekonomi dan social budaya penduduk setempat.
·         Komponen lingkungan yang terkena dampak
Penduduk dan flora yang ada di daerah pembersihan dan pembukaan lahan.
·         Tolok ukur
Produktifitas flora dan pendapatan penduduk.
·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Mencegah terjadinya erosi pada lahan yang akan dibuka dan mencegah terjadinya pengurangan pendapatan penduduk.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Memberikan ganti rugi kepada penduduk yang pepohonannya ditebang akibat pembersihan dan pembukaan lahan. Menganjurkan penduduk untuk menanam tanaman produkitf pengganti.
·         Lokasi pengelolaan lingkungan
Di daerah sekitar salura irigasi
d.      Pekerjaan galian di badan sungai dan saluran
·         Dampak penting yang dikelola
Menurunnya kestabilan lahan terutama pada daerah bekas galian. Keadaan ini akan menyebabkan terjadinya erosi dan longsor  pada badan sungai.
·         Komponen lingkungan yang terkena dampak
Sumberdaya air, flora dan hewan air sekitar bendungan.
·         Tolok ukur
Kualitas air, flora dan hewan air sekitar.
·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Mencegah penurunan kualitas air dan rusaknya berbagai flora serta hewan air yang biasa hidup di sungai.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Melakukan pemantauan biologis di sekitar badan sungai dan saluran.
·         Lokasi pengelolaan lingkungan
Di sekitar badan saluran sungai dan saluran

3.      Tahap Pasca Konstruksi / Operasional
a.       Operasional dan pemeliharaan irigasi
·         Dampak penting yang dikelola
Meningkatnya pemakaian zat-zat kimia seperti insektisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

·         Komponen lingkungan terkena dampak
Tanah dan sumberdaya air.
·         Tolok ukur
Kualitas air dan tanah.
·         Tujuan pengelolaan lingkungan
Untuk tetap mempertahankan umur ekonomis proyek selama 40 tahun dan optimasi irigasi semaksimal dan seefisien mungkin.
·         Upaya pengelolaan lingkungan
Melakukan penyuluhan kepada masyarakat yang menggunakan air untuk pertanian tentang penggunaan insektisida yang baik dan aman.

Ø  Rencana Pemantauan Lingkungan ( RPL )

1.      Tahap Pra Konstruksi
·         Sumber dampak
Kegiatan tahap ini meliputi kegiatan survei investigasi dan pembebasan lahan.
·         Faktor lingkungan yang dipantau
-          Keresahan sosial akibat kegiatan survei dan investigasi
-          Pengurangan lahan pertanian dan pendapatan penduduk
-          Pengalihan hak milik tanah penduduk
·         Tolok ukur
-          Tingkat keresahan masyarakat
-          Tingkat pendapatan
-          Produktifitas lahan
·         Metoda pemantauan
Metoda pemantauan yang akan dilakukan adalah dengan cara survei dan wawancara kepada penduduk yang terkena proyek.
·         Perioda pemantauan
-          Pemantauan sosial akibat kegiatan survei dan investigasi serta gangguan fasilitas umum dan tanaman penduduk akan dilakukan selama kegiatan berlangsung tahap ini.
-          Pengurangan lahan pertanian dan pendapatan penduduk dan pengurangan tanaman produktif dan pendapatan akan dilakukan setiap enam bulan sekali.
·         Pelaksana dan biaya pemantauan
Kegiatan pemantauan proyek irigasi  dan penyandang dana pada tahap ini adalah Dinas Pertanian Daerah Tk II  dan Dept PU Bidang Pengairan Sumbar.
·         Pengawasan pemantauan
Untuk kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Daerah Tk II dan akan mendapatkan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum.

2.    Tahap Konstruksi
·         Sumber dampak
Kegiatan tahap ini meliputi kegiatan persiapan, mobilisasi alat berat dan material bangunan, mobilisasi tenaga kerja, pembersihan dan pembukaan lahan, rehabilitasi jalan, pemanfaatan bahan galian. Pada kegiatan pelaksanaan, pengeringan lokasi kegiatan, pekerjaan galian di badan sunga dan saluran, pengerukan dan penggalian saluran pembawa dan pembuangan tanah galian di sekitar lokasi kegiatan.
·         Faktor lingkungan yang dipantau
-          Penyerapan tenaga kerja lokal
-          Erosi dan tanah longsor
-          Kualitas udara dan air
·         Tolok ukur
-          Penyerapan tenaga kerja lokal
-          Potensi erosi dan tanah longsor
-          Penurunan kualitas udara dan air
·         Metoda pemantauan
Metoda yang dipakai adalah survei dan wawancara kepada masyarakat, kontraktor dan pekerja konstruksi.
·         Perioda pemantauan
Pemantauan akan dilakukan setiap enam bulan sekali.

·         Pelaksana dan biaya pemantauan
Kegiatan pemantauan proyek irigasi  dan penyandang dana pada tahap ini adalah Dinas Pertanian Daerah Tk II  dan Dept PU Bidang Pengairan Sumbar.
·         Pengawasan pemantauan
Untuk kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Daerah Tk II dan akan mendapatkan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum.

3.        Tahap Pasca Konstruksi ( Operasional )
·         Sumber dampak
Kegiatan pengoperasian irigasi ini akan menyebabkan dampak lingkungan berupa meningkatnya pemakaian zat-zat kimia seperti insektisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, terbuka lahan usaha bekerja bagi penduduk dalam menggarap lahan yang tersedia dan kemungkinan terjadinya benturan / konflik dalam pemakaian air oleh sesama petani.
·         Komponen lingkungan yang dipantau
-          Penyerapan tenaga kerja untuk kegiatan pemeliharaan
-          Pemantauan kualitas air sungai dan tanah
·         Tolok ukur
-          Tingkat penyerapan tenaga kerja
-          Kualitas air dan tanah
·         Lokasi pemantauan
Pemantauan dilakukan di sekitar aliran irigasi dan tanah-tanah pertanian.
·         Perioda pemantauan
Pemantauan akan dilakukan setiap enam bulan sekali.

·         Pelaksana dan biaya pemantauan
Kegiatan pemantauan proyek irigasi  dan penyandang dana pada tahap ini adalah Dinas Pertanian Daerah Tk II  dan Dept PU Bidang Pengairan Sumbar.
·         Pengawasan pemantauan
Untuk kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Daerah Tk II dan akan mendapatkan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum.


B.     URAIAN KEGIATAN
Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Tahap pra-kontruksi
Pada tahap ini dilakukan penyelidikan lapangan guna untuk menentukan kelayakan teknis dan kelayakan ekonomis yang telah menghasilkan kerangka acuan, teknis pelaksanaan proyek dengan anggaran pembiayaannya, penentuan lokasi, pengukuran secara detail dan penentuan desain. Kemudian pembebasan lahan yang terkena rencana kegiatan.
                         
2.      Tahap konstruksi

a.       Persiapan
Pada tahap ini, kegiatan proyek melakukan kegiatan :
-                 Mobilisasi alat-alat berat dan material bangunan
-                 Mobilisasi tenaga kerja
-                 Pembersihan dan pembukaan lahan
-                 Pembuatan, pengoperasian direksi
-                 Rehabilitasi jalan
-                 Pemanfaatan bahan galian






b.      Pelaksanaan
Kegiatan pelaksanaan konstruksi merupakan kegiatan dilokasi bendung dan saluran. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan :
-                 Dilokasi bendung
Pekerjaan dilokasi bendung meliputi pekerjaan :
ü   Pengeringan lokasi kegiatan
ü   Pekerjaan galian dibadan sungai dan saluran
ü   Pembuatan bendung dan bangunan pelengkap
ü   Mobilitas material bangunan

-                 Disaluran pembawa dan pembuang
ü   Pengerukan dan penggalian saluran pembawa
ü   Penggerukan/penggalian saluran pembuang, meliputi penggerukan tanah untuk keperluan saluran pembuang
ü   Pembuangan tanah galian disekitar lokasi kegiatan

c.       Tahap pasca kontruksi
Kegiatan pada tahap ini adalah operasional dan pemeliharaan terhadap pembangunan irigasi dengan saluran induk indrapura kanan dan kiri dengan panjang 15 km, panjang saluran sekunder 45 km, panjang saluran tersier 14,173 km dan dengan saluran-saluran draenase pada daerah irigasi indrapura yang mengalir kesungai dengan panjang 54,073 km, yang meliputi pada 11 desa dalam kecamatan pancung soal.
Untuk pengoperasian dan pemeliharaan dilaksanakan oleh instansi dan personil yang telah ditunjuk yang dalam hal ini Dinas PU Sub Dinas Pengairan, kantor  pengamat pengairan wilayah V cab. Dinas pengairan pesisir selatan dn petani pemakai air (P3A). sarana penunjang untuk realisasi tahap kegiatan ini, telah diatur dan ditetapkan dalam rencana anggaran biaya tahun anggaran 1992/1993.
Sebagai tujuan dari pada pemeliharaan adalah untuk tetap mempertahankan umur ekonomis proyek selama 40 tahun dan optimasi irigasi semaksimal  dan seefisien mungkin.

C.    IDENTIFIKASI DAMPAK YANG TELAH DAN AKAN TERJADI

Untuk menentukan dampak yang telah dan akan ditimbulkan dari kegiatan pembangunan jaringan irigasi ini, maka dilakukan identifikasi dampak dengan menggunakan pendekatan studi.
Jaringan irigasi batang indrapura telah dibangun sejak tahun 1988. Proses pembangunan jaringan ini melalui beberapa tahap penyelesaian sesuai dengan alokasi dana yang tersedia (multy years). Saat studi dilaksanakan, jaringan ini telah mempunyai bendung sepanjang 51 m dan saluran induk serta saluran pembagi, dan baru dapat mengairi lahan seluas 1.840 ha. Sementara itu lahan yang dapat diairi adalah 3.330 ha. Untuk mencapai target mengairi lahan sesuai dengan kapasitas bendung yang telah dibangun, maka akan dilakukan usaha-usaha:
-          Pembangunan jaringan tersier seluas 1.604 ha
-          Pembuatan saluran drainase
-          Penambahan bangunan pelengkap pada jaringan utama
-          Penambahan fasilitas penunjang
-          Disamping itu juga akan dibangun tanggul banjir sepanjang 10,40 km.
Berdasarkan hasil identifikasi terhadap dampak yang ditimbulkan dari rencana kegiatan, diketahui akibat pembangunan jaringan irigasi batang indrapura, telah dan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

1.      Dampak tahap pra-kontruksi.
Komponen kegiatan pada tahap prakontruksi yang telah menimbulkan dampak terhadap lingkungan adalah kegiatan penyelidikan lapangan, dan kegiatan-kegiatan pembebasan lahan. Kegiatan penyelidikan telah dilakukan pada daerah peruntukan jaringan irigasi seluas 3.330 ha. Sedangkan kegiatan pembebasan lahan dilakukan pada daerah-daerah yang terkena untuk pembangunan bangunan dan prasarana irigasi.
Dengan adanya kegiatan penyelidikan lapangan dan kegiatan pembebasan lahan yang telah dilakukan oleh proyek, telah menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak dari kegiatan pada tahap ini, terjadi sebagai akibat adanya usaha pembebasan lahan guna untuk kepentingan jaringan. Dengan dibebaskan lahan milik penduduk telah menyebabkan lahan yang diolah selama ini berubah status pemanfaatan dan pemilikannya untuk keperluan lain, kegiatan ini merupakan dampak langsung yang terjadi pada pemilik lahan.
Proses  pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak proyek adalah dengan jalan ganti rugi sesuai dengan nilai dan harga yang berlaku pada waktu itu dan disepakati oleh kedua belah pihak. Sementara itu, dampak negative kegiatan penyelidikan lapangan telah dapat diantisipasi lebih awal, yakni dengan menginformasikan rencana kegiatan dan prospeknya untuk kegiatan pertanian di daerah ini untuk masa yang akan datang.

2.      Dampak pada tahap kontruksi

a.       Persiapan kontruksi
Kegiatan-kegiatan pada tahap persiapan kontruksi, telah dan diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Kegiatan utama yang akan menimbulkan dampak adalah pada saat pekerjaan mobilisasi material dan alat-alat berat, mobilisasi tenaga dan kegiatan pembersihan lahan.
Lingkungan yang terkena dampak dari kegiatan-kegiatan pada tahap ini adalah terjadinya penurunan kualitas udara disekitar daerah jalur lintasan transportasi kendaraan, gangguan pada sumber daya lahan dan sumberdaya biologi serta gangguan pada lingkungan social ekonomi dan social budaya penduduk setempat. Dampak negative yang ditimbulkan bersifat langsung dan telah terjadi pada saat pekerjaan bendung dan saluran. Dampak yang terjadi ini hanya berlangsung selama kegiatan persiapan konstruksi dan merupakan dampak sesaat.
Untuk pekerjaan berikutnya, sesuai dengan rencana pengembangan jaringan dan pembangunan tanggul banjir pada daerah batang penamban dan batang muara sakai, kegiatan ini masih akan berlangsung dan dampak yang ditimbulkan seperti pekerjaan terdahulu masih akan terjadi. Namun lokasi terjadinya dampak berada pada daerah lain sesuai dengan tata letak dan distribusi saluran yang akan dibangun.
b.      Pelaksanaan kontruksi
Kegiatan-kegiatan pada tahap ini yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan adalah kegiatan pengerukan/ penggalian disaluran pembawa dan disaluran pembuang, dan kegiatan pembuangan tanah bekas galian serta pekerjaan konstruksi saluran.
Akibat dari kegiatan ini telah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas udara pada lingkungan pemukiman yang dilalui jalur transportasi, menurunnya kestabilan lahan, menurunnya kualitas lingkungan perairan, lingkungan social ekonomi dan budaya serta terganggunya prasarana jalan umum.
Kualitas udara didaerah sekitar tapak kegiatan, akan menurun dengan telah dilakukannya kegiatan-kegiatan pada tahap ini. Lingkungan yang telah terkena dampak adalah pada daerah sepanjang jalur transportasi dan lingkungan pemukiman disekittar jalur transportasi tersebut. Dampak negative yang telah ditimbulkan ini hanya terjadi selama kegiatan konstruksi masih berlangsung. Untuk pekerjaan berikutnya, dampak pada tahap ini masih akan  berlangsung, sesuai dengan volume material bahan bangunan yang harus ditransportasikan pada tapak kegiatan, sedangkan lokasi terjadi dampak sudah beralih kelokasi lain, sesuai dengan tata letak dan distribusi jaringan yang akan dibangun.
Dampak pada sumberdaya lahan juga telah dan akan terjadi dengan adanya kegiatan pada tahap ini. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah kegiatan mobilisasi material dan pekerjaan galian dan timbunan didaerah bangunan bendung dan saluran yang direncanakan. Dengan adanya usaha penggalian tanah telah menyebabkan menurunnya kestabilan lahan terutama pada daerah bekas galian. Keadaan ini menyebabkan terjadinya erosi dan longsor  pada badan sungai. Dampak negative yang ditimbulkan ini hanya terjadi selama kegiatan konstruksi. Untuk pekerjaan berikutnya, dampak yang sama masih akan terjadi, namun lokasi terjadinya dampak berada pada tempat lain sesuai dengan letak saluran.
Sumber daya perairan juga akan terkena dampak negative dengan adanya kegiatan pada tahap konstruksi ini. Dampak yang telah ada dan akan terjadi disebabkan oleh kegiatan penggalian badan sungai dan saluran serta pada saat pembuatan tanggul banjir. Dampak ini hanya akan terjadi selama kegiatan konstruksi.
Sementara itu di lingkungan social ekonomi dan budaya penduduk disekitar tapak kegiatan akan menerima dampak positif dan negative dengan adanya kegiatan-kegiatan pada tahap ini dampak kegiatan pada tahap ini.
Dampak positif terjadi, dengan adanya peluang berusaha dan bekerja bagi penduduk terutama untuk pekerjaan bangunan bendung dan jaringan irigasi. Sedangkan dampak negative terjadi  sebagai  akibat menurunnya kualitas udara dan meningkatnya kebisingan serta gangguan pada kelancaran mobilitas harian penduduk. Dampak negative yang terjadi ini, masih merupakan dampak sesaat dan terjadi selama kegiatan konstruksi berlangsung.

3.      Dampak pada tahap operasi dan pemeliharaan
Dengan telah dibangunnya jaringan irigasi batang indrapura, telah dan akan menimbulkan dampak positif maupun dampak negative bagi penduduk disekitar tapak kegiatan. Dampak positif yang ditimbulkan adalah, lebih terbukanya lapangan berusaha dan bekerja bagi penduduk dalam menggarap lahan yang tersedia, meningkatnya perekonomian penduduk.
Sementara itu dengan, semakin luasnya lahan yang didapat diolah menyebabkan tuntutan tenaga kerja untuk mengolah lahanpun akan semakin meningkat. Manakala ini tidak terpenuhi akan menyebabkan lahan yang telah terairi tidak terolah dan akan menyebabkan munculnya berbagai jenis tanaman pengganggu atau gulma air. Dampak negative lainnya adalah meningkatnya pemanfaatan zat-zat kimia seperti insektisida dan jenis bahan kimia lainnya dalam mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman. Usaha ini akan menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan perairan. Dampak pada tahap operasi dan pemeliharaan ini akan terjadi selama jaringan irigasi ini masih dapat dimanfaatkan, sedangkan dampak lainnya adalah kemungkinan terjadinya benturan/ konflik dalam pemakaian air oleh sesama petani.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kegiatan yang dilakukan pada pembangunan irigasi dan bendungan adalah sebagai berikut :
Tahap pra-kontruksi
Pada tahap ini dilakukan penyelidikan lapangan guna untuk menentukan kelayakan teknis dan kelayakan ekonomis yang telah menghasilkan kerangka acuan, teknis pelaksanaan proyek dengan anggaran pembiayaannya, penentuan lokasi, pengukuran secara detail dan penentuan desain. Kemudian pembebasan lahan yang terkena rencana kegiatan.
                         
3.      Tahap konstruksi

a.       Persiapan
Pada tahap ini, kegiatan proyek melakukan kegiatan :
-                 Mobilisasi alat-alat berat dan material bangunan
-                 Mobilisasi tenaga kerja
-                 Pembersihan dan pembukaan lahan
-                 Pembuatan, pengoperasian direksi
-                 Rehabilitasi jalan
-                 Pemanfaatan bahan galian






b.      Pelaksanaan
Kegiatan pelaksanaan konstruksi merupakan kegiatan dilokasi bendung dan saluran. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan :
-                 Dilokasi bendung
Pekerjaan dilokasi bendung meliputi pekerjaan :
ü   Pengeringan lokasi kegiatan
ü   Pekerjaan galian dibadan sungai dan saluran
ü   Pembuatan bendung dan bangunan pelengkap
ü   Mobilitas material bangunan

-                 Disaluran pembawa dan pembuang
ü   Pengerukan dan penggalian saluran pembawa
ü   Penggerukan/penggalian saluran pembuang, meliputi penggerukan tanah untuk keperluan saluran pembuang
ü   Pembuangan tanah galian disekitar lokasi kegiatan

c.       Tahap pasca kontruksi
Kegiatan pada tahap ini adalah operasional dan pemeliharaan terhadap pembangunan irigasi dengan saluran induk indrapura kanan dan kiri dengan panjang 15 km, panjang saluran sekunder 45 km, panjang saluran tersier 14,173 km dan dengan saluran-saluran draenase pada daerah irigasi indrapura yang mengalir kesungai dengan panjang 54,073 km, yang meliputi pada 11 desa dalam kecamatan pancung soal.
Untuk pengoperasian dan pemeliharaan dilaksanakan oleh instansi dan personil yang telah ditunjuk yang dalam hal ini Dinas PU Sub Dinas Pengairan, kantor  pengamat pengairan wilayah V cab. Dinas pengairan pesisir selatan dn petani pemakai air (P3A). sarana penunjang untuk realisasi tahap kegiatan ini, telah diatur dan ditetapkan dalam rencana anggaran biaya tahun anggaran 1992/1993.
Sebagai tujuan dari pada pemeliharaan adalah untuk tetap mempertahankan umur ekonomis proyek selama 40 tahun dan optimasi irigasi semaksimal  dan seefisien mungkin.
B.     SARAN
-          Lakukan identifikasi dampak yang telah terjadi maupun yang akan terjadi
-          Usahakan melakukan pemantauan daerah terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan, apakah layak atau tidak didirikan
-          Usahakan dalam pembangunan tidak akan merugikan masyarakat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar