Sabtu, 03 Desember 2011

LAPORAN KUNJUNGAN KE PT. KIMIA FARMA


LAPORAN
KUNJUNGAN KE PT. KIMIA FARMA
OLEH : KELOMPOK I
                                   ABDULLAH HAMID                            RIRI ANDITA WILIS
                           CHILVIA OKTA FITRIA                            REVI MENDRA YENI
                                                    RIRI TULIA                            FEBRI HILDAWATI
                                       SESFITRI LOEBIS                            RICHARDO IKHSAN
                                 RATNA WILIS RAJIL                            DESI FEBRILA SARI
                                    FRISHKILA NIKHE                            SHINTA DINI DWI SEPTA
                                                 SRI SUSANTI                            INDAH PERMATA SARI HSB
                       FANNI PRAMITA CHIRUL                            MEPRI JUNALDI
                                     OKTORI NINGRAT                            TRI SUSILA WATI
HENDRI HARYADI
PRODI: KESEHATAN MASYARAKAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALIFAH
PADANG
2010/2011

HALAMAN PENGESAHAN


Disetujui oleh Dosen Pembibing Mata Kuliah Hygiene Industri dan Pembimbing lainnya :


Pembimbing I                                                                       Pembimbing II



(Asep Irfan, SKM, M.Kes)                                                 (Zukri Hatta, SKM, M.Kes)


                                            Pembimbing III



                                                (Burhan Muslim, SKM)







KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dari kelompok I dapat menyelesaikan laporan “Hygiene Industri “ di PT. Kimia Farma Plant Medan.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca yang budiman untuk kesempurnaan di masa yang akan datang.
Semoga laporan ini memberikan manfaat bagi kami dan menjadi amal shaleh yang diterima oleh Allah SWT. Dan semoga ada pahala untuk dosen yang telah mendidik dan membimbing penulisan selama ini yakni Bapak Asep Irfan, SKM, M.Kes dan Bapak Zukri HattaSKM, M.Kes. Amin.



                                                                                                Padang,   Juli 2010

                                                                                                    Team Penulis                                                                                                                                                                               






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                                     
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.   PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakan
1.2  Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
1.2.2        Tujuan Khusus
BABII.
LANDASAN TEORI
2.1  FaktorLingkungan Kerja
2.1.1        FaktorFisi
2.1.2        Faktor Biologis
2.1.3        Faktor Kimia
2.1.4        Faktor Fisiologi
2.1.5        Faktor Psikologi
2.2  Pelayanan Kesehatan Kerja
2.2.1        P2K3 dan Jamsostek
2.2.2        Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja
BAB III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 CPOB = Cara pembuatan Obat yang Baik
3.2 Kondisi Gudang (Tempat Penyimpanan Bahan Baku
3.3 Keadaan Laboratorium
3.4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
3.5 Alat Pelindung Diri (APD)
3.6 Pelayanan Kesehatan Kerja
BAB IV.  PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


















BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Upaya untuk melakukan Hygiene Industri merupakan salah satu mata kuliah yang mencurahkan perhatian  pada pengenalan evaluasi dan kontrol faktor lingkungan, serta stress  yang muncul di tempat kerja yang mungkin menyebabkan kesakitan, gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau menimbulkan ketidaknyamanan pada tenaga kerja maupun lingkungan sekitarnya.
Dalam mempelajari ilmu ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan teori saja, tanpa diiringi dengan pengamatan langsung di lapangan. Untuk itu pada kesempatan ini kami berkesempatan melakukan kunjungan industri di PT. KIMIA FARMA Plant Medan. Dengan kunjungan industri ini kami bisa menambah pengetahuan tentang hygiene  industri  yang ada di PT. KIMIA FARMA Plant Medan.
Dengan diadakannya  kunjungan industri ini banyak  sekali pengetahuan  baru yang kami dapatkan mulai dari produksi (cara pembuatan obat baik), laboratorium, dan gudang, selain itu kami juga melihat alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh karyawan selama proses produksi.
Dalam kunjungan yang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2010 ke PT. KIMIA FARMA Plant Medan, Mahasiswa dapat  melihat langsung apa saja kegiatan dan proses CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) disana. Melalui Mata Kuliah Hygiene Industri, Mahasiswa dapat memantau langsung dan mengenal Hygiene Industri yang dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat kepada mahasiswa. 


I.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
·         Untuk mengetahui kondisi Higyene Industri di PT. Kimia Farma Plant Medan.
1.2.2 Tujuan khusus
·         Mahasiswa dapat mengetahui tentang Higyne Industri di PT.Kimia Farma Plannt Medan.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan tentang Hygiene lingkungan di PT. Kimia Farma Plant Medan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan tentang cara pembuatan obat yang baik (CPOB) yang telah diproses di PT. Kimia Farma Plan Medan.
·         Mahasiswa dapat mengetahui kondisi gudang (tempat penyimpanan bahan baku) di PT. Kimia Farma Plant Medan.
·         Mahasiswa dapat  mengetahui  keadaan laboratorium di PT. Kimia Farma Plant Medan.
·         Mahasiswa dapat megetahui tentang kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Kimia Farma Plant Medan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kegunaan Alat Pelindung Diri (APD)  dan akibat bila tidak menggunakan APD
·         Mahasiswa dapat mengetahui pelayanan Kesehatan Kerja dan pemeriksaan kesehatan di perusahaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan awal bekerja, berkala dan khusus.









BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Faktor Lingkungan Kerja
2.1.1 Faktor Fisik
·         Kebisingan, misalnya menyebabkan noise induce leading loss
·         Suhu, menyebabkan heat stroke frosbiz
·         Tekanan, Menyebabkan penyakit Caisson
·         Vibrasi, menyebabkan gangguan system vaskuler, saraf penfia
·         Radiasi, menyebabkan kelainan pada kulit,mata dan darah
·         Cahaya, menyebabkan gangguan visus dan blare
·         Listrik, menyebabkan gangguan ventrikel

Pemeriksaan Faktor Fisik:
Ø  Dasar :    
1.      Kepmenaker No.Kep.51/Men/1999
2.      SE Menakertrans No.SE.01/Men/1978 tentang NAB untuk iklim kerja dan NAB untuk kebisingan di tempat kerja,tidak berlaku
Ø  Pengukuran dan penilaian dilaksanakan oleh Hiperkes atau pihak-pihak lain yang ditunjuk.
Ø  Hasil pengukuran dan penilaian disampaikan kepada perusahaan dan Disnaker setempat.

2.1.2   Faktor Biologis
·         Bakteri
·         Virus
·         Jamur
·         Parasit



Pemeriksaan faktor biologi :
·         Belum ada peraturan perundang-undangan
·         Dalam bentuk pedoman-pedoman
·         Dapat juga menyebabkan kecelakaan dan PAK
·         Perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan.
2.1.3 Faktor Kimia
·         Debu logam berat misalnya Hg,Cd,Pb.
·         Pelarut organic etanol formaldehid
·         Gas Halothane, N2O
Pemeriksaan factor kimia :
Ø  Dasar :
1.      SE Menaker No.SE.01/Men/1997
2.      SE Menakertrans No.Se.02/men/1978 tentang NAB factor kimia di udara lingkungan kerja,tidak berlaku.
Ø  Pengusaha agar mengendalikan lingkungan kerja secara teknis,sehingga dibawah NAB
Ø  Melaksanakan hygiene perusahaan.

2.1.4   Faktor Fisiologi
·         Kelelahan
·         Ergonomi : Carpal turnea syndrome, low back pain

2.1.5  Faktor Psikologi
·         Monoton kerja
·         Penyakit psikosomatik
·         Hubungan Kerja



                                                
2.2 Pelayanan Kesehatan Kerja
     Pelayanan kesehatan kerja di PT. KIMIA FARMA Plant Medan ini melindungi tenaga kerja disetiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja, memberi pengobatan, perawatan dan rehabilitasi untuk setiap tenaga kerja. Setiap tenaga kerja yang merasa ada gangguan kesehatan, maka langsung di periksakan kesehatannya di klinik yang terdapat di PT. KIMIA FARMA Plant Medan.
Pelayanan kesehatan kerja ini, didasarkan pada :
1.      Permenaker No.03/1982 tentang pemeriksaan kesehatan TK.
2.      Permenaker No.01/1996 penyakit PKK dg manfaat baik dari PKD                                         jamsostek. 

2.2.1   P2K3 dan Jamsostek
v  P2K3
                 Panitia pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3) dan unit yang menangani keselamatan dan kesehatan (K3) di PT. Kimia Farma Plant Medan.P2K3 ini bertugas dalam pemeliharaan kesehatan dan keselamatan karyawan. P2K3 memberi informasi kepada karyawan tentang  cara kerja yang baik serta pentingnya pemakaian APD di tempat kerja.
          Dengan adanya P2K3 diharapkan jumlah penyakit akibat kerja (PAK) berkurang sehingga produksi perusahaan lebih meningkat. Dalam hal ini berdasarkan kepada Permenaker No. 4 tahun 1967.
    
v  Jamsostek
        Asuransi yang digunakan untuk para tenaga kerja adalah Jamsostek. Program jamsostek di PT Kimia Farma Plant Medan ini  dikelola sendiri oleh perusahaan. Perusahaan menanggung biaya jamsostek tenaga kerja untuk satu orang istri dan untuk tiga orang anak. Jika ada tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja biaya pengobatan ditanggung penuh oleh perusahaan. Hal ini ditetapkan pula dalam UU No. 3 tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja.
                       
·         UU No.3 tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja.
a.       Jaminan Kecelakaan Kerja
b.      Jaminan Kematian
c.       Jaminan Hari Tua
d.      Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
·         Peraturan pemerintah nomor 14 tahun 1993 tentang penyelenggaran program Jaminan sosial tenaga kerja.

ü  Defenisi
Jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja,sakit,hamil,bersalin,hari tua dan meninggal dunia.
ü  Peserta
Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) sebulan,wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya pada program jamsostek (PP No.14/1993).
ü  Defenisi Benefit Jamsostek
§  Kecelakaan Kerja
                  Kecelakaan kerja adalah peristiwa kecelakaan yang terjadi dalam bekerja, termasuk penyakit yang timbul dalam bekerja dan kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
§  Kematian
Kematian adalah peristiwa meninggal dunia yang bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja,seperti sakit,korban kriminilitas dan lain-lain.
§  Hari Tua
Hari tua adalah kondisi dimana seorang karyawan telah mencapai usia 55 tahun atau mengalami cacat total tetap setelah ditetapkan oleh dokter atau memenuhi persyaratan tertentu.
§  Pemeliharaan Kesehatan
      Hak karyawan dalam bentuk pelayanan yang diberikan jika karyawan tersebut mengalami gangguan kesehatan. Hak pelayanan kesehatan ini berlaku bukan hanya untuk karyawan, tapi juga untuk tanggungannya, yaitu seorang istri dan maksimal 3 anak (kandung).

2.2.3    Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
v  Kecelakaan Kerja
     Penangulangan kecelakaan kerja memang ada dan telah disediakan, namun sejauh ini belum ditemukan kecelakaan dalam bekerja di PT. KIMIA FARMA Plant Medan.





 


PROSES
                KESEHATAN                                                              KESELAMATAN           


ALAT

BAHAN
 


                                                          LINGKUNGAN

                   Langkah penanggulangan kecelakaan kerja (menurut ILO)
                   a. Peraturan Perundang-undangan
·         Ketentuan dan syarat K3 mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi
·         Penerapan ketentuan dan syarat K3 sejak tahap rekayasa
·         Penyelamat pengawasan dan pemantauan pelaksanaan K3
b.    Standarisasi
Standar K3 maju akan menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan K3.
c.     Inspeksi / Pemeriksaan
Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi tempat kerja masih memenuhi ketentuan dan persyaratan K3.
d.    Riset Teknis, Medis, Psikologis dan Statistik
Riset / penelitian untuk menunjang tingkat kemajuan bidang K3 sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi.

e.     Pendidikan dan Latihan
Peningkatan kesadaran , kualitas pengetahuan dan keterampilan K3 bagi TK.
f.     Persuasi
Cara penyuluhan dan pendekatan di bidang K3, bukan melalui penerapan dan pemaksaan melalui sanksi-sanksi
g.    Asuransi
Insentif financial yaitu untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan dengan pembayaran premi yang lebih rendah terhadap perusahaan yang memenuhi syarat K3.
h.    Penerapan K3 ditempat kerja
Langkah-langkah pengaplikasian di tempat kerja dalam upaya memenuhi syarat-syarat K3 di tempat kerja.

v  Penyakit Akibat Kerja
Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi dalam dunia industri, semakin banyak digunakan material ataupun metode baru. Sedangkan dampaknya terhadap kesehatan maupun lingkungan belum diketahui  pasti. Oleh karena itu,  pengenalan terhadap jenis pekerjaan dan lingkungan kerja merupakan hal yang cukup penting.

Faktor-faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja dapat dikelompokkan dalam 5 golongan :
1.      Golongan fisik : suara (bising), radiasi, suhu (panas/dingin), tekanan yang sangat tinggi, vibrasi, penerangan lampu yang kurang baik.
2.      Golongan kimiawi : bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan, atau kabut.
3.      Golongan biologi : bakteri, virus, atau jamur.
4.      Golongan fisiologis : biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja dan cara kerja
5.      Golongan psikososial : lingkungan kerja yang menyebabkan stress.
















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
    
            Hygiene industri merupakan ilmu dan seni yang mencurahkan perhatian pada pengenalan, evaluasi dan kontrol faktor lingkungan dan stress yang muncul di  tempat kerja yang mungkin menyebabkan kesakitan, gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau menimbulkan ketidaknyamanan pada tenaga kerja maupun lingkungannya.
            Setelah mengamati proses dari pembuatan obat di PT Kimia Farma, telah banyak ilmu yang diperoleh dari pembelajaran ini. Melalui media kuisioner yang dilakukan di PT Kimia Farma Plan Medan untuk memperoleh informasi, sehingga terdapat beberapa pertanyaan yang tidak dapat ditanyakan. Dikarenakan keterbatasan waktu dan petugas untuk melayaninya.

3.1 CPOB (Cara pembuatan Obat yang Baik)
Sebelum memasuki ruang produks,i pekerja disarankan untuk memakai alat pelindung diri (APD) seperti respirator, sarung tangan (handscound), penutup kepala, sepatu khusus pekerja, dan baju labor. Dalam ruangan pembuatan obat ini, kami melihat kondisi lingkungan produksi mulai dari penyimpanan bahan mentah/baku sampai dengan penimbangan, pencampuran, pemeriksaan labor, pengecekan, dan pengemasan.
          Pada ruang produksi ini bentuk dari bangunannya dibuat tanpa sudut dan dilapisi dengan cat khusus yaitu epoksi dengan tujuan agar bakteri, Virus, parasit dan jamur (factor biologis) tidak dapat hidup dan debu logam berat tidak menempel (factor kimia) serta lantai dan dinding tidak licin, Sehingga karyawan yang membawa beban berat tidak mudah terjatuh atau terpeleset serta angka penyakit dan kecelakaan kerjapun semakin kecil.

 Jumlah tenaga kerja di setiap ruangan maksimal 2 orang dan jumlah keseluruhan yang ada di ruang produksi ±35 orang.
Di PT KIMIA FARMA Plant Medan ini memproduksi beberpa jenis obat yaitu  berbentuk :
·         Tablet
·         Kapsul
·         Krim
Dari proses produksi obat ini yang telah kami lihat adalah obat yang berbentuk tablet dan krim. Sedangkan obat yang berbentuk kapsul tidak ada diproduksi karena tidak adanya pesanan dari konsumen. Obat yang dihasilkan atau diproduksi oleh PT. KIMIA FARMA Plant Medan 90% adalah obat generic yang umumnya beredar di masyarakat. Dalam pembuatan obat di PT. KIMIA FARMA Plant Medan ini perlu diperhatikan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).
CPOB adalah bagian dari pengendalian mutu (quality assurance). Tujuannya untuk menjamin bahwa obat diproduksi dan dikontrol sesuai standar yang  ditetapkan serta agar obat dapat digunakan sesuai dengan tujuannya . PT Kimia Farma Plant  Medan ini telah menerapkan aspek CPOB (Cara Pengendalian Obat yang baik), untuk menjamin obat yang diproduksi dan dikontrol sesuai standar.
Adapun ketentuan dari CPOB di Indonesia adalah ditetapkan melalui surat keputusan menteri kesehatan 43/Menkes/SK/II/1988-Tgl.2 Peb 1988. Dengan adanya ketentuan tersebut semua industri farmasi di Indonesia harus mengacu pada ketentuan CPOB dalam seluruh rangkaian pembuatan obat jadi.
       Proses dari produksi obat tersebut adalah
Bahan baku           Penimbangan         Pengolahan            Pengemasan

3.2    Kondisi Gudang (Tempat Penyimpanan Bahan Baku)
Di PT. KIMIA FARMA Plant Medan terdapat 3 gudang besar :
1.   Gudang karantina
          Gudang karantina ini disebut juga dengan ruang penyimpanan sementara bahan baku, sebelum dilakukan pengecekan ulang. Bahan baku yang diimpor dari luar negeri diberi label warna kuning. Biasanya bahan baku disimpan selama 1 hari atau berhari-hari, tergantung jadwal pengecekan. Setelah dicek, bahan baku yang layak diproduksi diberi label warna hijau, sementara yang tidak layak diproduksi diberi label warna merah dan dikembalikan. Sebelum diolah, bahan baku yang diberi label hijau, dimasukkan ke dalam ruang antara/ruang penimbangan.
               
          Kemudian dilakukan pemisahan bahan yang cocok untuk tablet dan rim. Setelah itu dikemas dan diberi nama. Sementara suhu di ruangan berkisar antara 20-30°C. Dalam gudang ini juga, dilakukan pemantauan 3x sehari dan setiap karyawan diberi jadwal. Gudang ini juga disebut dengan zona black (bebas area) dimana karyawan tidak perlu menggunakan APD

2.      Gudang kemasan
          Di gudang ini cuma terdapat kemasan atau kardus untuk pengepakan bahan yang sudah diolah. Kemasannya juga berasal dari pabrik lain.
3.     Gudang bahan yang telah dikemas
          Di gudang ini bahan yang sudah dikemas diletakkan sebelum dipasarkan.  

3.3     Keadaan Laboratorium
            Di dalam ruangan laboratorium ini semuanya telah tersusun dengan baik. Disini keadaan Hygiene Industri sudah cukup baik. Tenaga kerja bekerja berdasarkan SOP dan telah memakai APD saat melaksanakan pekerjaannya di ruang laboratorium tersebut.
            Di dalam ruang laboratorium ini juga terdapat ruangan dokumentasi untuk menyimpan semua berkas-berkas tentang pengolaan obat.



 
3.4     Kesehatan dan Keselamatan Kerja
            Tenaga kerja telah mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi kegawatdaruratan karena tenaga kerja telah diberikan pelatihan, pengarahan dan pemeriksaan kesehatan. Bila terjadi kegawatdaruratan telah terdapat pintu-pintu darurat cukup besar yang jumlahnya cukup memadai.
Kalau terjadi kecelakaan tentu karena disebabkan sesuatu atau dengan kata lain bahwa kecelakaan dapat terjadi karena ada penyebabnya.Oleh sebab itu penyebab terjadinya kecelakaan harus dapat dicegah atau dihilangkan.

          Langkah - langkah untuk bekerja dengan aman dan selamat:
-          mengetahui pekerjan-pekerjaan yang akan dilakukan,
-          mengetahui bahaya-bahaya dari pekerjaan yang akan dilakukan
           
          Tanggung jawab keselamatan kerja
          keselamatan kerja adalah menjadi tanggung jawab bersama,baik pimpinan perusahaan,pimpinan lapangan maupun karyawan.Jadi setiap orang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja.

          Kecelakaan kerja.
          Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan atau diduga,kecelakaan dapat terjadi sewaktu-waktu dan mempunyai sifat merugikan baik terhadap manusia maupun terhadap alat-alat dan material.

3.5     Alat Pelindung Diri (APD)
        Alat pelindung diri adalah alat yang mempunyai untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya ditempat kerja.
v Dasar Hukum:
-          UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
-          Instruksi Menaker No 2/M/BW/BK/1984 tentang pengesahan alat pelindung diri.

v Kelemahan Penggunaan Alat Pelindung Diri:
-          Kemampuan pelindungan yang tidak sempurna
-           Sering APD tidak dipakai karna kurang nyaman saat dipakai.
v Syarat – syarat Alat pelindung diri.
-          Enak dipakai.
-          Tidak mengganggu kerja
-          Memberikan perlindungan yang efektif sesuai dengan jenis behaya ditempat kerja

        Alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga kerja di PT. KIMIA FARMA Plant Medan selama proses produksi berlangsung diantaranya ialah :
Ø  Respirator
Ø  Sarung tanagan
Ø  Penutup kepala
Ø  Sepatu khusus pekerja
Ø  Baju labor
v  Kegunaan Alat Pelindung Diri (APD).
     Adapun kegunaan dari alat pelindung diri (APD) di PT. KIMIA FARMA Plan Medan adalah sebagai salah satu metoda untuk mengurangi angka kesakitan tenaga kerja yang disebabkan oleh faktor lingkungan kerja baik faktor fisik,faktor biologis,faktor kimia,faktor fisiologi dan faktor psikologi; serta melindungi tenaga kerja dari bahaya yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
v  Akibat bila tidak menggunakan Alat pelindung diri (APD).
     Terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja karena tidak mengindahkan prosedur dari K3 dan tidak memakai alat pelindung diri. Di PT. KIMIA FARMA Plant Medan, seratus persen tenaga kerjanya sudah memakai alat pelindung diri yang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

3.6     Pelayanan Kesehatan Kerja
       Adapun pelayanan kesehatan kerja di PT. KIMIA FARMA Plant Medan diantaranya adalah kantin sehat, klinik,dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala. Pelayanan kesehatan kerja bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja akibat kerja, langsung dibawa ke klinik. Jika penyakit berlanjut langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
       Pemeriksaan kesehatan kerja di PT. KIMIA FARMA Plant Medan (kesehatan awal bekerja, berkala, dan khusus). Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dilakukan untuk memenuhi kebutuhan :
-          Mendiagnosa dan memberikan terapi bagi tenaga kerja yang menderita penyakit mulai awal masuk, selama bekerja dan umum,
-          Melakuykan pencegahan dan mendiagnosa penyakit akibat kerja.

1.      Pemeriksaan Kesehatan Awal Bekerja
-       Dilakukan oleh dokter sebelum pekerja diterima sebagai karyawan di PT. KIMIA FARMA Plant Medan

-       Tujuan dilakukannya untuk penempatan tenaga kerja agar :
·         Berada dalam kondisi kesehatan yang optimal
·         Tidak menderita penyakit menular
·         Sesuai kemampuan fisik pekerja dengan keahlian yang dimilki
2.    Pemeriksaan Kesehatan Berkala
-          Dilakukan oleh dokter pada waktu-waktu tertentu saja
-          Tujuan dari pemeriksaan berkala ini antara lain :
·         Mempertahankan derajat kesehatan tenaga kerja
·         Menilai kemungkinan adanya pengaruh dari pekerjaan sedini mungkin.
3.      Pemeriksaan Kesehatan Khusus
-          Dilakukan secara khusus terhadap tenaga kerja tertentu dimana tujuannya menilai adanya pengaruh pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja atau kelompok tenaga kerja.
BAB IV
PENUTUP
4.1     Kesimpulan
            Setelah melakukan, melihat dan mengamati proses pembuatan obat di PT Kimia Farma, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa PT. KIMIA FARMA Plant Medan sudah menjalankan CPOB (Cara pembuatan Obat yang Baik) sesuai dengan standar. Sementara untuk setiap tenaga kerja / karyawan PT. Kimia farma Plant Medan ini telah seluruhnya memakai alat pelundung diri.
            Dapat diketahui, bahwa pabrik obat ini telah menjalankan prinsip K3 dengan baik, dimana sejauh ini belum ditemukannya kecelakaan akibat lingkungan kerja dan penggunaan alat yang digunakan untuk memproduksi obat.

4.2     Saran
1.      Utamakan Hygiene dari petugas, alat, bahan dan tempat kerja
2.      Gizi tenaga kerja seharusnya diperhatikan oleh perusahaan dengan tujuan:
-          Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja
-          Meningkatkan produktivitas
-          Meningkatkan derajat kesehatan
-          Menurunkan absensi
-          Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja maupun antar pekerja
-          Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi dan gairah kerja
-          Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja kembali
3.      Menyiapkan waktu khusus bagi mahasiswa yang berkunjung agar mahasiswa yang berkunjung merasa puas dan mengerti akan penjelasan dari  penandu yang sudah di tentukan oleh perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA

Hatta, Zukri dan Asep Irfan. 2009. “Bahan Mata Kuliah K3” Padang
Hatta, Zukri dan Asep irfan. 2010. “Bahan Mata Kuliah Higiene Industri” Padang
Http//www. Google.com,  10 Juni 2010


























LAMPIRAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar