Sabtu, 03 Desember 2011

MAKALAH “Kekurangan Vitamin A” ILMU GIZI





MAKALAH

“Kekurangan Vitamin A”

ILMU GIZI

 

 

 

Oleh:

Hendri Haryadi

0810104012

Kesehatan Masyarakat





Dosen:

M. Husni Thamrin, S, TP, MP





 



STIkes (SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN) ALIFAH

PADANG

2009/2010

 


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asupan vitamin seseorang itu perlu diperhatikan, dimulai dari setiap individu yang sama dalam menjaga kesehatan. Seandainya semua menyadari pentingnya kesehatan pastinya kita semua terhindar dari penyakit. Kalau sudah sakit semua baru menyadari betapa mahalnya kesehatan.
Saat ini masalah kekurangan vitamin sudah semakin berkembang, sementara masalah pengetahuan masyarakat tentang vitamin belum sepenuhnya teratasi.
Untuk itulah, mengingat bahwa masalah kekurangan vitamin bukan hanya tanggung jawab orang perorangan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua yamh ingin menjaga kesehatan tubuhnya dari kekurangan vitamin.
Tidak bisa dipungkiri kualitas sumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan sebuah bangsa dalam bidang kesehatan. Pembangunan di Indonesia yang tengah berlangsung saat ini dihadapkan pada berbagai situasi global dan regional serta kondisi yang terjadi di tanah air baik secara politik, hukum, ekonomi, sosial budaya dan lain-lain, termasuk adanya fenomena alam. Perkembangan global, regional dan nasional menunjukkan adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi manfaat sekaligus memberi dampak negatif.
Fenomena alam seperti kejadian gempa bumi dan tsunami, kekeringan dan kebakaran hutan merupakan bagian dari persoalan nasional yang memerlukan perhatian, khususnya yang berkaitan dengan upaya penanggulangan dan pencegahannya. Pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung upaya pembangunan nasional kini juga dihadapkan beragam persoalan, seperti kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih, daya beli masyarakat masih rendah, semakin bertambahnya angkatan kerja setiap tahun, jumlah pengangguran cukup tinggi dan persaingan antar bangsa semakin ketat.
B. Perumusan Masalah
1. Apa vitamin A itu?
2. Apa saja dampak kekurangan dan kelebihan vitamin A
3. Apa saja fungsi dari vitamin A itu sendiri













BAB II

ISI / PEMBAHASAN

v  Pengertian vitamin A


Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak. Berdasarkan struktur kimianyadisebut retinol atau retina atau asam retinoat, terdapat pada jaringan hewan dimana retinol ( + 90 – 95%) terdapat pada hati, terdapat pada jaringan nabati  dimana karotin atau provitamin A.

v  Kekurangan Vitamin A


Tubuh memerlukan asupan vitamin yang cukup sebagai zat pengatur dan memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Sebagai vitamin yang larut dalam lemak, vitamin A membangun sel-sel kulit dan memperbaiki sel-sel tubuh, menjaga dan melindungi mata, menjaga tubuh dari infeksi, serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi. Karena fungsi tersebut, vitamin A sangat bagus dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut dokter spesialis anak, vitamin A juga berperan dalam epitil, misalnya pada epitil saluran pencernaan dan pernapasan serta kulit. Seperti vitamin lainnya, vitamin A dapat diperoleh dari berbagai sumber serta terdapat dalam dua macam bentuk, yakni retinol dan betacarotene. Retinol dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh karena umumnya sumber retinol diperoleh dari makanan hewani, seperti telur, hati, atau minyak ikan yang mudah dicerna dalam tubuh. Agar kebutuhan vitamin A balita tercukupi, tiap hari perlu mengonsumsi 10-15 gram daging,

Sementara itu, manfaat betacarotene yang sering disebut pro-vitamin A baru dapat dirasakan setelah mengalami proses pengolahan menjadi retinol. Sumber betacarotene berasal dari makanan nabati yang berwarna oranye atau hijau tua, seperti wortel, bayam, ubi, mangga, dan pepaya, karena makanan nabati harus melalui proses pengolahan dulu sebelum manfaatnya dapat diserap tubuh, maka kita harus mengonsumsinya dalam jumlah banyak, yakni tiga kali lipat dari makanan hewani. Tubuh menyimpan retinol dan betacarotene dalam hati dan mengambilnya jika tubuh memerlukannya.

            Vitamin A berkaitan erat dengan kesehatan mata, penyakit mata atau minus, secara tidak langsung diakibatkan oleh kekurangan vitamin A, namun juga karena tingkah laku sehari-hari yang salah, seperti menonton TV terlalu dekat, membaca sambil tidur atau karena pembawaan sejak lahir. Vitamin A membantu dalam hal integritas atau ketahanan retina serta menyehatkan bola mata. Vitamin A fungsinya tak secara langsung mengobati penderita minus, tapi bisa menghambat minus. Namun harus disertai dengan pola keseharian yang bagus.

          Kekurangan vitamin A menyebabkan mata tak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk dalam retina. Sebagai konsekuensi awal terjadilah rabun senja, yaitu mata sulit melihat kala senja atau dapat juga terjadi saat memasuki ruangan gelap. Bila kekurangan vitamin A berkelanjutan maka anak akan mengalami xerophtalmia yang mengakibatkan kebutaan. Selain itu kekurangan vitamin A menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Tanpa vitamin A, sistem pertahanan tubuh akan hilang. Ini memicu tubuh rentan terserang penyakit.

            Secara klinis, penduduk Indonesia dinyatakan kurang mengonsumsi vitamin A. Untuk itu, pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi tiap bulan Februari dan Agustus dilakukan melalui posyandu atau puskesmas terdekat. Jenis kapsul vitamin A yang diberikan ada dua macam, yakni berwarna biru dan merah. Kapsul berwarna merah berdosis 100 ribu internasional unit (IU) dan diberikan untuk bayi di bawah satu tahun. Kapsul berwarna biru berdosis 200 ribu IU untuk umur 1-5 tahun. Guna menunjang kebutuhan vitamin A, balita memerlukan 350-500 IU tiap hari. Sedangkan anak umur lima tahun ke atas membutuhkan dosis 700 IU per hari. Dosis untuk orang dewasa disesuaikan dengan umur dan kebutuhan yakni minimal 1.000 IU per hari.



v  Kelebihan vitamin A

             Selain kekurangan vitamin A, kelebihan vitamin A juga berdampak pada keracunan yang mengakibatkan tulang rapuh, nyeri pada persendian, sakit kepala, kelelahan, kulit kering, bersisik dan berubah warna menjadi kekuning-kuningan serta kerusakan hati. Pada wanita hamil dapat mengakibatkan janin cacat. Namun kecenderungan permasalahan yang terjadi adalah akibat kekurangan vitamin A bukan kelebihan vitamin.

           Vitamin A bisa terserap dalam tubuh yang kondisinya baik, anak usia balita sangat rentan kekurangan vitamin A karena kondisi tubuhnya rentan terhadap penyakit, seperti diare atau infeksi pencernaan. Untuk itu peran ibu sangat penting dalam menjaga ketahanan tubuh bayi yakni dengan memberikan ASI eksklusif, agar mempunyai ketahanan tubuh yang cukup.

            Salah satu fungsi vitamin A adalah menjaga integritas atau keutuhan sel darah merah. Karena itu, kekurangan vitamin A juga memicu timbulnya penyakit anemia. Jika kekurangan vitamin A, sel darah tak mampu bertahan lama sehingga umurnya menjadi pendek dan mudah pecah. Karena kondisi ini, tubuh menjadi kekurangan zat besi atau darah merah. Selain itu, vitamin A juga berpengaruh terhadap sumsum tulang belakang yang berfungsi sebagai tempat memproduksi sel darah merah. Jika vitamin A kurang, maka sumsum tulang belakang tak mampu memproduksi sel darah merah, sehingga terjadilah anemia.
            Kebutuhan vitamin A yang cukup dalam tubuh, dapat diketahui dengan cara menganalisis makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan melihat kondisi tubuh. Jika tubuh anak sering terkena penyakit, seperti diare, busung lapar atau gangguan saluran pernapasan, maka secara otomatis, asupan vitamin A-nya kurang, mendeteksi kadar vitamin A dalam darah perlu dilakukan. Jika kadar vitamin A kurang dari 10 mg/ 100 ml, maka tubuh anak kekurangan vitamin A.



BAB III
PENUTUP

v  Kesimpulan
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia pasti memerlukan vitamin A dan mau tidak mau mereka harus mau juga mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber vitamin A agar kesehatan tubuhnya selalu terjaga, dan sebaliknya bila seseorang tersebut tida mau mengkonsumsinya pasti ia akan mengalami penyakit tertentu, antara lain: kerbunan pada mata, mudah terinfeksi virus dll.

































DAFTAR PUSTAKA


Darmojo, R. Boedhi.,dkk.1999. Buku Ajar Geriatri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Gallo, Joseph.1998. Buku Saku Gerontologi. Jakarta : EGC
Nugroho, Wahjudi.2000. Keperawatan Gerontik.Jakarta : EGC
Potter & Perry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4.Jakarta :EGC






































DAFTAR ISI

BAB I
   KATA PENGATAR 
   PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Perumusan Masalah
BAB II
   ISI / PEMBAHASAN
v  Pengertian Vitamin A
v  Kekurangan Vitamin A
v  Kelebihan Vitamin A
BAB III
   PENUTUP
v  Kesimpulan
DAFTAR ISI















KATA PENGANTAR
                                                                                         
                                                        
            Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang melimpahkan rahmat dan
 karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul  Kekurangan vitamin A (KVA)

          ucapan terimakasih kepada bapak M. Husni Thamrin, S, TP, MP

selaku dosen pembimbing mata kuliah ini dan berbagai pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian makalah ini.

            Penulis menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran, kritik dan tanggapan untuk kesempurnaan makalah ini dan juga untuk menambah pemahaman terhadap topic yang di bahas.
Akhir kata semoga makalah ini bermampaat bagi semua.








                                                                        Padang,11 juni 2009


                                                                                               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar